Speak to Change For Leader

Speak to Change For Leader

MEDAN ENERGI BATINIAH SANG PEMIMPIN

Dulu, zaman orde baru, saya suka mengamati Pak Harto, ketika ada acara keagamaan seperti di Istiqlal, duduk di barisan paling depan dengan begitu tenangnya. Saking tenangnya,  sampai-sampai saya amati, beliau nampak memejamkan mata, mungkin juga setengah tertidur. 

Namun dengan ketenangan seperti itu, menampakkan Pak Harto sedang tidak banyak berfikir-fikir. Sehingga yang mengalir hanyalah energi batin, yaitu pemamahan2 yang bersifat intuitif.

Saya sering mengamati Pak Harto dalam posisi duduk tenang itu, karena pada saat itu, sejak remaja saya suka melakukan meditasi. Lebih2 setelah aktif di dunia seni teater, maka nyaris setiap saat waktu saya, waktu itu, benak saya tergerak untuk mengamati sesuatu yang bersifat meditatif. 

Dalam kondisi yang nampak tenang, dan tidak banyak pikir itulah, justru tersimpan "kekuatan Pak Harto".

Dalam dunia seni teater, berlaku hukum imbal balik, yang seringkali samar, bahkan benar2 samar, sehingga nyaris tak terdetekti, namun work, atau bekerja.

Maksudnya, apapun kondisi batin kita, pada saat kita berada di atas panggung, tanpa kita sadari akan "menular" kepada penonton. Sehingga ketika kita tenang, asyik dan nyaman, maka penonton dengan sendirinya juga akan ikutan tenang, asyik dan nyaman.

Oleh karena itulah, pada setiap latihan seni teater,akan selalu diawali dengan menata kehidupan batiniah kita, yaitu dengan meditasi, latihan pernafasan, dst.

Dengan kata lain, seorang seniman, jika ingin tampil optimal, maka, sebelum naik ke atas panggung, akan berusaha sebaik mungkin, dengan ilmu dan tehnik yang ia bisa lakukan untuk menciptakan suasana hati sebaik-baiknya, seindah-indahnya, seasyik-asyiknya. Karena mereka sadar bahwa suasana hati atau suasana batiniah mereka akan bekerja secara subtle atau samar, mempengaruhi penonton dihadapannya.

Kembali kepada Pak Harto, sebagai salah satu pemimpin besar, lepas dari pro dan kontra, menurut pendapat saya, kemampuan Pak Harto dalam menciptakan ketenangan dan stabilitas negeri selama 32 tahun yang sebelumnya porak poranda setelah kemedekaan hingga Orde Lama, salah satunya disebabkan kemampuan Pak Harto dalam olah batin, yaitu menciptakan ketenangan dan kenyamanan di dalam dunia dalam Pak Harto sendiri. Sehingga pancaran dunai dalam yang tenang dan nyaman itulah, pada gilirannya berpengaruh kepada rakyat Indonesia pada umumnya.

Rakyat Indonesia kembali merasakan kehidupan yang tenang dan nyaman pada era Pak SBY. Dalam pandangan saya juga sama, bahwa dunia dalam Pak SBY yang tenang, tidak terburu-buru, rapi dan berfikir dan bertindak, santun dan beriwibawa berpengaruh terhadap jajaran pemerintahan dan rakyat Indonesia pada umumnya.

Nampaknya pemimpin ibarat sopir atau nahkoda pada sebuah wahana besar, yang mengendalikan wahana tersebut, dengan dunia dalamnya atau dunia batiniahnya.

Sedangkan kehidupan rakyat ibarat hologram, percikan2 dari kehidupan dunia batininiah sang pemimpin. Sehingga ketika sang pemimpin diberikan kemampuan menata kehidupan batiniahnya dengan bagus, nyaman, tenteram, maka hal yang sama juga akan dialami dan dirasakan rakyatnya.

Seperti halnya seorang pemain teater atau penyanyi, ketika ia tampil diatas pangggung dengan kehidupan batiniah suasana hati yang kacau, maka akan berpengaruh kepada penontonnya. Maka dalam pandangan saya, begitu juga yang akan terjadi pada seorang pemimpin. Sehingga ketika sebuah negeri dilanda kegaduhana yang amat sangat, bisa jadi kehidupan batiniah sang pemimpin penyebabnya. Karena kehidupan rakyat adalah hologram atau percikan yang mirip dari energi batin Sang Pemimpin.

Bahkan bukan hanya itu, pada kedua pemimpin di atas, yaitu Pak Harto dan Pak SBY, nampaknya dunia batiniah juga berpengaruh kepada kehidupan ekonomi. Tercatat dalam sejarah bahwa pada masa kedua pemimpin tersebut, kehidupan perekonomian negeri tercinta ini, mengalami pertumbuhan yang pesat.


Komentar

Belum Ada Komentar


Tambahkan Komentar